Tsunami setinggi 1 meter di Jepang

Monday, December 10, 2012


Tsunami setinggi 1 meter menghantam pesisir timur laut Jepang, Jumat (7/12/2012). Demikian laporan Badan Meteorologi Jepang.

Gelombang tsunami ini tercatat di Ishinomaki, sebuah kota di Prefektur Miyagi, yang juga dihantam tsunami besar pada Maret 2011.

Tsunami setinggi 1 meter ini adalah akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang mengguncang pesisir timur Jepang hingga ke Tokyo, beberapa jam lalu.

Pada Maret 2011 gempa dahsyat yang diikuti gelombang tsunami besar menghantam pesisir timur Jepang. Akibatnya, ribuan orang tewas dan membuat reaktor nuklir PLTN Fukushima rusak dan bocor.



Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/12/07/16264499/Jepang.Catat.Tsunami.Setinggi.Satu.Meter


Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan

Sunday, December 9, 2012



Judul : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.
Penulis : Junanto Herdiawan.
Penerbit : Bentang Pustaka.
Tahun : 2012.
Halaman : x + 162.

Buat para penggemar Negeri Sakura atau Jepang, kalau ingin menambah pengetahuannya tentang Jepang atau ingin mengetahui sisi-sisi lain yang tersembunyi dari Jepang, tidak ada salahnya kalau membaca buku ini "Shocking Japan : Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan". Buku ini sangat menarik sekali. Benar-benar mengungkapkan hal-hal yang sangat mengejutkan dari Jepang. 

Buku ini terdiri dari empat bagian, yaitu 'Tak disangka-sangka', 'Perlu tahu, Nih!', 'Bukan Kuliner Biasa', dan 'Belajar dari Sini, Yuk!'. Buku ini benar-benar membuat kita seakan-akan sedang berada di Jepang, menikmati berbagai macam keunikan dan keindahan negeri Sakura itu. Sangat menarik sekali, apalagi untuk teman-teman yang ingin tahu lebih dalam tentang Jepang :) 

Jadi, jika ada waktu luang, tidak ada salahnya kan, teman-teman membaca buku ini :) insyaAllah bermanfaat dan menambah wawasan tentang Jepang :) Selamat membaca ^.^ dan selamat bershocking ria dengan sisi-sisi lain Jepang yang mengejutkan :)

Oleh-oleh dari Jepang




Kalau kita pergi jalan-jalan ke suatu tempat, pastinya pulangnya bawa oleh-oleh kan? Rasanya belum lengkap kalau nggak bawa oleh-oleh, hehe. Apalagi kalau tempat yang dikunjungi itu merupakan tempat yang sangat istimewa dan sangat menarik. Negara yang biasanya menjadi kunjungan wisatawan adalah Jepang. Karena Jepang memiliki banyak keunikan, tak hanya dari segi keindahan alam, namun juga budayanya yang begitu kental.

Jepang adalah negara yang kreatif dan inovatif di berbagai bidang, mulai dari teknologi, manga, makanan, dll. Nah, makanan yang biasanya diburu sebagai oleh-oleh paling eksotis oleh para wisatawan yang berkunjung ke Jepang adalah Kit Kat Jepang ^.^ Kalau di Indonesia kan cuma ada satu rasa Kit Kat, yaitu cokelat. Kalau di Jepang ada lebih dari dua puluh rasa, bahkan pernah diciptakan sampai sekitar delapan puluh rasa Kit Kat.. wooow luar biasa >.<. Rasa Kit Kat Jepang bermacam-macam lo, mulai dari stroberi, green tea, almond, jeruk, kentang, jagung bakar, sup miso, shoyu atau kecap asin, sampai wasabi dan melon. Wooww.. sesuatu ya :D Menurut Nestle, rasa yang penjualannya tertinggi adalah rasa kecap asin atau shoyu.. aneh juga ya :D

Namun sayangnya, kita tidak bisa dengan mudah mendapatkan berbagai rasa Kit Kat, karena hanya hanya di produksi di satu wilayah tertentu dan di satu musim tertentu pula. Di daerah Hokkaido, diciptakan Kit Kat rasa melon dan jagung bakar. Di Tohoku, ada Kit Kat rasa kacang polong dan ceri. Di Pulau Kyushu, ada Kit Kat rasa buah yuzu dan kentang merah. Di Tokyo, ada Kit Kat rasa ubi manis, cheese blueberry, kedelai, jeruk, lemon cola, wasabi, dan green tea. 

 

Ada tambahan fakta menarik seputar Kit Kat di Jepang nih. kata "Kit Kat" kalau dalam bahasa Jepangnya dibaca "Kitto katsu", artinya sejenis 'Semoga Sukses' atau secara harfiah 'kamu pasti bisa!!!!'. Itulah yang menjadikan Kit Kat semacam jimat yang sering dibawa anak-anak di Jepang kalau mau ujian. waaahh.. ide bagus nih, kalau pas mau ujian bawa Kit Kat biar Sukses ^.^

Bagi para penggemar Kit Kat di Indonesia yang sudah bosan dengan rasa cokelat saja, tidak ada salahnya kan mencoba Kit Kat Jepang yang memiliki rasa lebih variatif :) Selain itu kan, Kit Kat juga dapat memberikan makna positif, sesuai dengan arti harfiahnya 'kamu pasti bisa!!', jadi semacam motivasi untuk lebih semangat ^.^ Kapan-kapan harus nyobain Kit Kat Jepang yang macam-macam rasanya ini :) sekalian dijadiin oleh-oleh paling eksotis >.< Yaah, meskipun nggak bisa dapetin semuanya lengkap di satu wilayah, berarti ada kesempatan untuk keliling ke berbagai wilayah Jepang buat berburu Kit Kat Jepang.. :) aamiin.


Sumber : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.

Kuliner Sakura




Kalau kita mendengar Negara Jepang, pasti yang terbayang di benak kita adalah Bunga Sakura. Ya, Bunga Sakura memang hanya ada di Jepang, sehingga Jepang sering juga dikenal dengan Negara Sakura :) Nah, berkaitan dengan bunga Sakura yang biasanya muncul di Musim Sakura, ada juga makanan dan minuman lezat khas Sakura lo.

Di Jepang, menjelang mekarnya Sakura, ada berbagai macam tema Sakura. Misalnya, ada minuman dari Starbucks Coffee yang disebut Sakura Frappucino, berwarna pink sakura dengan rasa almond. hemmmm... pasti enaaakk >.<



Ada juga Sakura Mochi, yang tidak hanya dimakan saat musim sakura saja, tapi juga di perayaan Hina Matsuri (penjelasan detailnya disini). Sakura Mochi bentuknya kecil dan indah, berwarna pinl, dan lapisan mukanya terbuat dari tepung beras tipis gulung. Di dalam tepung beras ada pasta kacang merah yang rasanya manis. Keseluruhan mochi ini dibungkus dengan daun sakura yang sudah diasinkan. Haah? Daun sakura ya? :O Disinilah letak keunikannya, yakni pada daun sakuranya yang membedakannya dengan mochi yang lain. Rasa daunnya asin gurih, menyatu dengan mochi yang manis dan lembut. Ada dua jenis sakura mochi, yaitu model Kansai (Osaka dan bagian barat Jepang) dan model Kanto (Tokyo dan bagian timur Jepang). Model Kansai, terbuat dari beras ketan yang lengket, modelnya tertutup. Kalau yang Kanto. terbuat dari tepung beras dan bentuknya agak terbuka. Kesamaannya, kedua-duanya dibungkus daun Sakura :). Waah.. jadi pengen menikmati langsung nih.. hehe. Sakura Mochi biasanya didampingi dengan teh hijau atau Matcha.

Membuat Sakura Mochi ini merupakan bagian dari persembahan bagi Yang Maha oleh masyarakat Jepang. Seperti yang kita ketahui, Jepang merupakan negara yang memiliki banyak ritual dalam menghadapi hari atau musim tertentu. Ritual tersebut merupakan bentuk rasa syukur mereka kepada Dewa atas nikmat kehidupan yang diberikan ^.^

Kalau sudah seperti ini, jadi pengen mencoba Sakura Mochi ^.^ Kayaknya enak tuh kalau di makan sama Matcha. Apalagi dimakannya di bawah pohon sakura bersama keluarga dan teman-teman ^.^ di musim Sakura pula.. :) huaaaa pengeeeeen >.<


Sumber : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.


Hari Anak Perempuan




Ada namanya Hari Ayah, Hari Ibu, dan Hari Anak. Ada juga lo yang namanya Hari Anak Perempuan ^.^. Lagi-lagi di Jepang, diadakan tanggal 3 Maret. Nah, di hari ini biasanya para orang tua menunjukkan rasa kasih sayangnya ke anak perempuannya. Bukan berarti di hari lain nggak dikasi kasih sayang lo -.- Tapi, biasanya di har ini, anak perempuan diberi perhatian yang lebih  :) Seneng kan kalo dikasi perhatian, apalagi dari orangtua tercinta :) Di Jepang dikenal dengan istilah Hina Matsuri atau Hari Festival Boneka. Tapi sayangnya, Hina Matsuri nggak dijadiin libur nasional :(

Menjelang perayaan ini, banyak yang menjual ornamen-ornamen untuk menyambut Hina Matsuri. Umumnya disimbolkan dengan Boneka Ohina sama atau hina (putri), yang merupakan sepasang boneka pengantin Jepang. Biasanya, orangtua memberikan boneka ohina sama untuk anak perempuannya. Tradisi itu ada sejak Zaman Heian (794-1185). Boneka itu diyakini sebagai simbol kebahagiaan anak perempuan mereka nanti saat dapat melangsungkan pernikahan yang baik. Boneka Ohina Sama yang asli harganya mahal, karena dibuat dari kain dan jahitannya yang bagus. Tapi, ada juga lo boneka Ohina Sama yang tidak terlalu mahal, karena dibuat dari plastik. waaahh... jadi pengen dibeliin boneka Ohina Sama >.<

Ternyata, saat perayaan Hina Matsuri ada juga makanan tradisional Jepang lo. Seperti, hina arare, camilan ynag warna warni, ada putih, pink, hijau, dan kuning. udah kayak pelangi aja yah :) Hina arare bisa berbeda warnanya di tiap wilayah. Hina arare terbuat dari beras gula.

Kalau ada yang nggak punya anak perempuan gimana? :O  Kalau nggak punya anak perempuan, biasanya kasih sayangnya ditujukan ke istri, kekasih, atau ibu kita ^.^

Naaah, pengen ikutan merayakan Hari Anak Perempuan? nggak ada salahnya kan kalau tanggal 3 Maret pergi merayakannya ke Jepang :) Tapi, di rayakan di Indonesia juga nggak apa-apa kok :) Kan tempat perayaannya bukan masalah, yang penting itu bagaimana memaknai makna dari Hari Anak Perempuan ^.^



Sumber : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.

Hanami








Apa itu Hanami? Hanami itu salah satu tradisi orang Jepang saat musim Sakura tiba, atau piknik di bawah pohon Sakura. Umumnya, masyarakat Jepang keluar rumah, menggelar tikar, membawa bekal, makan minum bersama teman dan keluarga. Tradisi ini dilakukan serentak oleh seluruh warga Jepang, karena sakura hanya mekar sebentar, umumnya kurang dari dua minggu. yaaaahh :(. Sehingga, Orang Jepang benar-benar memanfaatkan momen indah yang singkat itu >.<

Ternyata, Hanami tidak hanya dilakukan pada siang hari saja lo. Ada juga yang namanya Hanami Malam. Karena namanya Hanami Malam, berarti diadakannya malam hari. Ada salah satu taman di Jepang yang terkenal dengan Hanami Malamnya, karena ada pohon Sakura tua yang usianya sudah ratusan tahun, yaitu Taman Rikugien. waahh.. seru juga yaaah, menikmati indahnya bunga Sakura di malam hari dihiasi lampu-lampu yang indah >.< Suasana indah Jepang di malamnya dapet bangeet. :)

Nah, ada yang tertarik untuk pergi piknik bersama keluarga menikmati indahnya musim Sakura? :) Jangan sia-siakan keindahan musim Sakura yang begitu singkat itu :) Siapa tau Jepang bisa menjadi tujuan berlibur teman-teman selanjutnya :) mmmmmm... jadi makin pengen menikmati musim Sakura di Jepang bareng keluarga >.< huaaaaa



Sumber : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.

Hari Menjadi Dewasa



Hah? Untuk menjadi dewasa perlu dirayakan juga ya? Perlu. Di Jepang ada hari tertentu lo untuk merayakan menjadi dewasa, karena pentingnya arti kedewasaan itu sendiri, sehingga mendapat perhatian yang besar. Biasanya di bulan Januari minggu kedua setiap hari senin diadakan upacara Hari Menjadi Dewasa atau dalam istilah di Jepangnya dikenal dengan sebutan Seijin Shiki. Seijin Shiki diadakan oleh pemerintah lokal di setiap wilayah di Jepang dan dihadiri oleh semua anak yang telah mencapai umur dua puluh tahun. Upacara ini merupakan acara tahunan lo, sehingga dijadikan hari libur nasional di Jepang. wow.. asiiikk ^.^

Seijin Shiki diadakan diadakan di setiap balai kota masing-masing wilayah atau kotamadya. Misalnya di Meguro Parsimony Hall atau Balai Rakyat Meguro. Acaranya pun tidak terlalu lama, biasanya dimulai jam 13.00 dan berakhir sekitar jam 14.30. Di Seijin Shiki remaja-remaja berkumpul bersama memakai kimono yang merupakan pakaian tradisional khas Jepang dengan beraneka warna dan beragam variasi. waaaaa kereeen, jadi pengen ngerayain Seijin Shiki di Jepang kalau udah dua puluh tahun >.<

Upacara tersebut dihadiri para sesepuh dan tetua kota yang memberikan nasihat tentang arti kedewasaan itu sendiri. Kalau sudah dewasa, berarti kita diberi kebebasan untuk melakukan apapun, namun harus disertai juga dengan tanggung jawab atas kebebasan yang diberi. Dengan begitu, kita akan mudah untuk mengontrol setiap tindakan yang dilakukan ^.^. Intinya, berani mengambil keputusan, berani bertindak, berani bertanggung jawab. iya kaan? :) Para orang tua di Jepang pun menyadari makna acara tersebut dengan tidak terlalu memanjakan atau melatih kemandirian anak.

Remaja yang datang ke Upacara Seijin Shiki ini diantar orang tuanya. Pastinya meraka merasakan suatu kebahagiaan yang tak terkira, sehingga terpancar dari rona wajah mereka semua >.< jadi ngebayangin kalau datang ke Seijin Shiki di antar orang tua :) Setelah upacara biasanya mereka mengunjungi kuil-kuil yang ada di Tokyo atau berjalan-jalan di kota. Makanya, jangan heran kalau hari itu, banyak anak muda yang mengenakan kimono di jalan, misalnya di wilayah Asakusa, Shibuya, atau Ginza. ngebayangin sedang menyusuri wilayah ini ditengah keramaian remaja Tokyo yang berkimono ria >.<.

Nah, kalau di Indonesia sendiri gimana ya? :| saya belum pernah menemukan upacara Hari Menjadi Dewasa -.-. Seandainya saja ada :|. Jadi, buat teman-teman yang belum berusia dua puluh tahun dan mau memasuki usia dewasa tersebut, tidak ada salahnya kan untuk ikut merayakannya di Jepang pada Bulan Januari esok :)
Wah, jadi bener-bener kepengen ngerayain Sheijin Shiki di Jepang niiiiih >.< Tapi kalaupun belum bisa ke Jepang merayakannya, dirayakan di Indonesia juga nggak apa-apa kan? :) yang penting kita bisa memaknai makna dari kedewasaan tersebut :).




Sumber : Shocking Japan, Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan.